WABAH PMK TAK MENGHALANGI PERAYAAN IDUL ADHA 2022

 Minggu,10 Juli 2022

Penulis : Inka Inaya Aprilia Arya

Gambar sapi yang siap di sembelih (Sumber : Suara.com)


Sukoharjo, Griffynews.com - Perayaan Idul Adha sudah menjadi perayaan yang dilakukan setiap tahunnya bagi umat Islam di dunia, termasuk Indonesia. Tepatnya pada hari Rabu, 29 Juni 2022 Kementerian Agama (Kemenag) telah melaksanakan sidang isbat penetapan Idul Adha 2022. Melalui sidang isbat pemerintah memutuskan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022. Sementara Hari Raya Idul Adha jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

Meski sedang dilanda wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada sapi hal ini membuat warga Sukoharjo melakukan kurban. Pasalnya 6000 sapi di Sukoharjo dipastikan aman dan nihil dari PMK. Setiap Idul Adha kebutuhan sapi kurban di Sukoharjo bisa mencapai sekitar 6.000 ekor, dan tahun ini berkurang namun tetap tinggi. Para peternak sapi tersebar di sejumlah daerah seperti Kecamatan Polokarto, Mojolaban, dan Sukoharjo.

Sejumlah petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo disebar ke semua kecamatan untuk memeriksa adanya indikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada daging hewan kurban.  

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan bahwa, berdasarkan hasil pemeriksaan tim petugas kesehatan hewan selama dua hari tersebut, tidak ditemukan hewan kurban yang terjangkit PMK dan tidak menunjukan gejala klinis PMK seperti lesi, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak termasuk lidah, gusi, hidung dan teracak atau kuku, tidak mengeluarkan air liur atau lender berlebihan, tidak memiliki cacat seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekor, atau mengalami kerusakan daun telinga kecuali yang disebabkan untuk pemberian identitas.



Proses pemeriksaan sapi oleh petugas kesehatan (Sumber : BisnisEkonomi)


Bagas mengatakan, petugas kesehatan hewan menemukan hanya beberapa ekor sapi yang terinfeksi cacing hati. Petugas langsung membuang hati sapi yang terdapat cacing lantaran tak layak untuk dikonsumsi manusia.

"Hati sapi itu tidak layak dikonsumsi karena ada cacing hati. Karena itu, hati sapi dibuang sementara dagingnya tetap dikonsumsi," ucapnya. 

Menurutnya, secara umum penyembelihan hewan kurban di Sukoharjo berjalan lancar. Meski ada penurunan jumlah hewan kurban, dia menyebut antusias warga masyarakat masih tetap tinggi. Dia berpesan kepada masyarakat untuk memasak daging kurban dengan benar. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Kalah Keren dengan Bendung Tirtonadi, Ini Spot Foto Lainnya di Solo

Street Art Market Wisata Malam Minggu Kota Solo

Univet Bantara Sukoharjo mengadakan Launching dan Bedah Buku "Sangkakala di Langit Andalusia"