Sendratari Ramayana Meriahkan Malam Tahun Baru 2023 di Balai Kota Solo
Sabtu, 31 Desember 2022
Penulis: Andhini Sekar
Pemain Sendratari Ramayana di Balaikota Surakarta Sabtu (31/12/22)
SOLO, Gryffinews – Malam tahun baru di Kota Solo begitu meriah dengan penampilan Sendratari Ramayana yang berlangsung di depan Balai Kota. Penampilan tari yang membawa cerita wayang Ramayana ini berlangsung pada Sabtu (31/12/2022) pukul 22.00 WIB hingga menyentuh tahun 2023.
Ribuan orang pun berkumpul demi menyaksikan penampilan budaya ini. Pelatih sekaligus sutradara Sendratari Ramayana, Jonet Sri Kuncoro mengungkapkan dalam penampilan ini ada sebanyak 50-60 anggota yang terlibat.
“Ceritanya Ramayana komplit, mulai dari Dewi Sinta yang hilang hingga Rahwono Rugo,” ungkapnya usai acara, Minggu (1/1/2023).
Penampilan cerita wayang dalam tari ini begitu apik, meski Junet mengatakan waktu latihannya hanya seminggu sebelum acara. Namun hal tersebut bukanlah sebuah halangan, sebelumnya pihaknya juga mengisi beberapa acara dengan cerita tersebut.
“Sebelumnya juga pernah, tapi durasinya cuman sebentar 50 menitan. Kalau ini hampir 2 jam kita juga butuh penyesuaian dan improvisasi,” jelasnya.
Dikatakan, dalam penampilan ini juga diselipkan tari Gambyong. Selain itu juga beberapa dialog petuah bijak diberikan dalam pagelaran sendratari yang mirip wayang orang ini.
“Karena kita juga ingin memberikan pengetahuan kepada anak-anak muda ya, tentang mana yang baik dan yang buruk, kita kombinasikan dengan penampilan ini,” tandasnya.
Selanjutnya pada penutupan Sendratari, puluhan kembang api di kawasan balai kota disulut. Ribuan orang pun mengabadikan momen tersebut dengan perangkat gadget-nya masing-masing.
SOLO, Gryffinews – Malam tahun baru di Kota Solo begitu meriah dengan penampilan Sendratari Ramayana yang berlangsung di depan Balai Kota. Penampilan tari yang membawa cerita wayang Ramayana ini berlangsung pada Sabtu (31/12/2022) pukul 22.00 WIB hingga menyentuh tahun 2023.
Ribuan orang pun berkumpul demi menyaksikan penampilan budaya ini. Pelatih sekaligus sutradara Sendratari Ramayana, Jonet Sri Kuncoro mengungkapkan dalam penampilan ini ada sebanyak 50-60 anggota yang terlibat.
“Ceritanya Ramayana komplit, mulai dari Dewi Sinta yang hilang hingga Rahwono Rugo,” ungkapnya usai acara, Minggu (1/1/2023).
Penampilan cerita wayang dalam tari ini begitu apik, meski Junet mengatakan waktu latihannya hanya seminggu sebelum acara. Namun hal tersebut bukanlah sebuah halangan, sebelumnya pihaknya juga mengisi beberapa acara dengan cerita tersebut.
“Sebelumnya juga pernah, tapi durasinya cuman sebentar 50 menitan. Kalau ini hampir 2 jam kita juga butuh penyesuaian dan improvisasi,” jelasnya.
Dikatakan, dalam penampilan ini juga diselipkan tari Gambyong. Selain itu juga beberapa dialog petuah bijak diberikan dalam pagelaran sendratari yang mirip wayang orang ini.
“Karena kita juga ingin memberikan pengetahuan kepada anak-anak muda ya, tentang mana yang baik dan yang buruk, kita kombinasikan dengan penampilan ini,” tandasnya.
Selanjutnya pada penutupan Sendratari, puluhan kembang api di kawasan balai kota disulut. Ribuan orang pun mengabadikan momen tersebut dengan perangkat gadget-nya masing-masing.

Komentar
Posting Komentar